Edamame~kedelai hijau versi Jepang

Edamame = green soya bean from Japan?
Ya benar!! pastinya udah banyak yang tahu, etapinya sayang saya malah barusan tahu. Beberapa minggu belakangan ini malah baru tahunya *kaciaan-yah? Edamame bikin saya demam berat suka clemat-clemit nyemil, layaknya cemilan ringan yang bisa disantap sembari nonton tv. Pertama ngicip dari temen kantor yang duluan beli, ee lha koq rasanya wuenyak-nyak…jadinya ketagihan. Bener loh tampilan kulitnya yang hijau segar mengundang buat diicip rasanya dan memang lidah *takbertulang membuktikan rasanya beda dibandingin rasa kedelai lokal (itu kedelai yang biasa dijual oleh abang2 di gerobak bareng sama ubi jalar rebus dan minuman bajigur, tahu khan ato malah sering ngicip?). Mulai dari teksturnya yang lebih lembut, bijinya yang super gede, lebih manis dan kandungan nutrisi baik protein maupun zat isoflavon (anti kanker, osteoporosis dan bagus untuk jantung) lebih tinggi dibandingin kedelai lokal), gak percaya? silahkan cek deh..khasiat edamame, komplit bisa lengkap dibaca di sini
Karena cinta sejati bukan tentang siapa yang lebih dulu mencintai atau dengan siapakah kita bertahan lebih lama dalam sebuah hubungan, tetapi tentang sebuah perasaan yang datang dan selalu terkenang meskipun sudah berkali-kali mencoba untuk melupakannya.
Akhir kisah Charity settingan *abal-abal?
Walo sedikit telat tahu beritanya (udah bulan Januari release-nya sih), gak ada salahnya share postingan akhir kisah Charity Settingan *abal-abal? yang pernah aku post beberapa bulan lalu dari link blog-nya mbak justsilly.
Kadang buah dari kebenaran memang menyakitkan hasilnya walo secara subyektif menurut nurani kita sudah berjalan lurus dijalurnya, hanya kebesaran jiwalah yang bisa menerimanya dan mau memaafkan.
Menutup kisahnya, ada kutipan bagus dari mb’Silly:
So, no matter how good we are, people who didn’t like us will always find a way to judge…
So, tetaplah berbuat baik… Kalo orang masih negatif juga menilai, wellll… we are what we think, no?
Akhirnya kembali ke nurani kita masing-masing yang bicara dan menilai siapa salah siapa benar dari kisah tersebut, karena sesungguhnya kebenaran sejati memang kuasa ranah milik Tuhan semata.
http://www.newsilly.com/2012/01/26/akhir-dari-charity-settingan/
@erliestari
Source: newsilly.com
Ranking 23 “Aku ingin menjadi orang yang bertepuk tangan di tepi jalan”

Di kelasnya ada 50 orang murid, setiap kali ujian, anak perempuanku tetap mendapat ranking ke-23. Lambat laun membuat dia mendapatkan nama panggilan dengan nomor ini, dia juga menjadi murid kualitas menengah yang sesungguhnya.
Sebagai orangtua, kami merasa nama panggilan ini kurang enak didengar,namun anak kami ternyata menerimanya dengan senang hati.
Suamiku mengeluhkan ke padaku, setiap kali ada kegiatan di perusahaannya atau pertemuan alumni sekolahnya, setiap orang selalu memuji-muji “Superman cilik” di rumah masing-masing, sedangkan dia hanya bisa menjadi pendengar saja.
Anak keluarga orang, bukan saja memiliki nilai sekolah yang menonjol, juga memiliki banyak keahlian khusus. Sedangkan anak nomor 23 di keluarga kami tidak memiliki sesuatu pun untuk ditonjolkan. Dari itu, setiap kali suamiku menonton penampilan anak-anak berbakat luar biasa dalam acara televisi, timbul keirian dalam hatinya sampai matanya bersinar-sinar.
Source: flickr.com

